Senin, 04 Januari 2016

Kehidupan Generasi Abad 21

Kehidupan Generasi Abad 21


Generasi abad ke-21 sangatlah berbeda dengan generasi sebelumnya. Mari kita lihat lingkungan sekitar kita, generasi sekarang serba berkeinginan cepat, potong kompas, yang jauh jadi dekat, yang sulit jadi mudah, dapat mengerjakan banyak kegiatan dalam satu waktu, dan kencederungan tidak fokus.
   Di abad ke 21 ini perkembangan yang terjadi semakin pesat, baik dari segi pengetahuan maupun tekhnologi dan yang terbaru saat ini ialah pemikiran manusia yang semakin kompleks. Di abad dan zaman yang semakin canggih dan modern ini pula manusia merasa di permudah dalam melakukan segala sesuatunya. Salah satu contohnya ialah penggunaan internet.
   Namun dalam penggunaan internet banyak manusi yang menyalahgunakannya, mereka mempergunakan internet untuk hal-hal yang negatif dan tidak bermanfaat. Hal yang seperti inilah yang menjadi kelemahan di abad 21 ini. Maka dari itu dalam penggunaannya, manusia seharusnya memiliki pengetahuan atau agar penggunaan internet itu sendiri dapat digunakan dalam hal-hal yang bersifat posirif.
   Abad 21 beberapa kalangan mengidentikkan sebagai abad teknologi, karena di abad ini peran manusia hampir pasti dapat digantikan oleh teknologi, yang pada dasarnya merupakan hasil kerja keras manusia itu sendiri. Berbagai perubahan ‘dunia’ yang sangat luar biasa dan terus muncul mengiringi setiap langkah perubahan pada abad 21 ini. ‘Horison’ dunia semakin meluas seiring dengan ‘menyusutnya’ dunia, tak ada lagi pembatas sekat negara satu dengan negara yang lain, tidak ada sekat antara komunitas satu dengan yang lain.
   Dunia telah berubah menjadi sebuah desa kecil yang mengglobal (global vilage). Keadaan ini disebabakan berkembangnya tekhnologi informasi, jaringan dan internet. Bahkan saat ini bukanlah sesuatu yang sangat luar bisa jika beberapa pekerjaan tidak memerlukan kehadiran fisik seseorang dalam suatu pekerjaan melalui teknologi ‘teleconference’ umumnya, orang-orang muda (net generation/millenilas) memiliki karakter berikut :
·      Memiliki akses yang cepat terhadap informasi dari berbagai sumber.
·      Dapat mengerjakan beberapa hal dalam waktu bersamaan (multitasking).
·      Lebih menyukai hal-hal yang bernuansa atau bernapaskan multimedia.
·      Lebih menyukai berinteraksi via dunia maya, jejaring sosial (Facebook, Twitter, Yahoo Messengger, hingga BBM).
·      Dalam belajar, lebih menyukai hal-hal yang bersifat aplikatif dan menyenangkan.

1. Kualitas yang Dibutuhkan di Abad 21
     Kualitas manusia seperti apa yang bisa survive dalam mainstream perubahan di atas ?
     Manusia abad 21 harus mampu berpikir kritis dan kemauan kerja keras, mereka dituntut mampu mendefinisikan permasalahan kompleks yang tumpang tindih, tidak jelas domainnya; menggunakan keahlian dan perangkat yang tersedia baik manusia maupun elektronik untuk analisis dan riset, mendesain jenis tindakan dan solusi: mengatur implementasi solusi tersebut; menilai hasil; kemudian secara terus-menerus meningkatkan variasi solusi ketika kondisi berubah.
      Manusia pada abad 21 harus kreatif, mampu menciptakan solusi baru untuk permasalahan lama, menemukan prinsip baru dan penemuan baru, menciptakan cara baru untuk mengkomunikasikan gagasan baru, menemukan cara kreatif untuk mengatur proses kompleks.
     Manusia abad 21 harus mampu kerjasama kelompok untuk memecahkan masalah yang rumit atau untuk menciptakan perangkat kompleks, menghasilkan jasa, dan produk-produk.
     Manusia abad 21 hidup di era informasi, dimana tidak ada sekat antar negera maka diperlukan kemampuan memahami budaya antar negara tanpa kehilangan akar budayanya sendiri (karakter kebangsaan).
     Manusia abad 21 memerlukan kemampuan untuk berkomunikasi efektif di dalam berbagai media dengan berbagai pendengar. Dengan memberikan sejumlah pilihan komunikasi misalnya; laporan tercetak, dokumen elektronik, majalah artikel dll.
     Dan yang menjadi keharusan manusia abad 21 semua orang harus mampu menguasai komputer dasar sampai kepada suatu tingkat yang lebih tinggi untuk kelancaran ‘digital’ dan mampu menggunakan berbagai perangkat (softwere) berbasis komputer untuk melaksanakan tugas hidup sehari-hari.
     Di abad 21 banyak pekerjaan dan permasalahan hiduo menuntut keterampilan berpikir tingkat tinggi, terkait dengan hal ini menjadi hal yang mustahil hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah, manusia abad 21 dituntut menjadi pembelajar yang mandiri.


2.  Pembelajaran di Abad 21
     Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad 21 dimana kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang begitu cepat memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk pada proses belajar mengajar. Selain itu, sistem pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana kurikulum yang dikembangkan saat ini menuntut sekolah untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher-centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan dimana peserta didik harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar yang telah dijelaskan diatas. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh peserta didik apabila pendidik mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang peserta didik untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong peserta didik untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang dibuatnya. Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik berbeda dengan pembelajaran yang berpusat pada pendidik, berikut karakter pembelajaran abad 21 yang sering disebut sebagai 4C, yaitu:
a.  Communication (Komunikasi)
     Pada karakter ini, peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah yang diberikan oleh pendidik.
b.  Collaboration (Kerjasama)
     Pada karakter ini, peserta didik menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan; beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan yang lain; menempatkan empati pada tempatnya; menghormati perspektif berbeda. Peserta didik juga menjalankan tanggungjawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat; menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain.
c.  Critical Thinking and Problem Solving (Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah)
     Pada karakter ini, peserta didik berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antara sistem. Peserta didik juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, peserta didik juga memiliki kemampuan untuk menyusun, mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah.
d. Creativity and Innovation (Daya cipta dan Inovasi)
Pada karakter ini, peserta didik memiliki kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.

Multitasking (Dua atau Lebih Kegiatan dalam Waktu Bersamaan)
   Multitasking adalah istilah teknologi informasi yang mengacu kepada sebuah metode dimana banyak pekerjaan atau dikenal juga sebagai proses diolah dengan menggunakan sumberdaya CPU yang sama. Dalam kasus sebuah komputer dengan prosesor tunggal, hanya satu instruksi yang dapat bekerja dalam satu waktu, berarti bahwa CPU tersebut secara aktif mengolah instruksi untuk satu pekerjaan tersebut. Multitasking memecahkan masalah ini dengan memjadwalkan pekerjaan mana yang dapat berjalan dalam satu waktu, dan kapan pekerjaan yang lain menunggu untuk diolah dapat dikerjakan.
   Sedangkan Human multitasking is the performance by an individual of appearing to handle more than one task at the same time. The term is derived from computer multitasking. An example of multitasking is listening to a radio interview while typing an email. Some believe that multitasking can result in time wasted due to human context switching and apparently causing more errors due to insufficient attention. Other research illustrates our brains are capable dealing with certain ‘dual multiple tasks’ at the same time.
   Jadi multitasking adalah pemrosesan beberapa tugas pada waktu yang bersamaan. Sebagai contoh, jika seseorang sedang menyetir, bertelepon lewat ponsel, dan sambil merokok secara bersamaan, maka orang tersebut melakukan multitasking. Sedangkan dalam komputer contohnya ketika kita sedang browsing, chatting, dan mendengarkan musik secara bersamaan atau dalam satu waktu.



Multimedia Learning (Pembelajaran Multimedia)
   Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafik, gambar, foto, audio, dan animasi secara terintegrasi. Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linear, dan multimedia interaktif.
   Multimedia linear adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya TV dan film. Sedangkan Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game dan lain-lain.
   Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktivitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Dengan demikian aspek yang menjadi penting dalam aktivitas belajar dan pembelajaran adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata unsur-unsurnya sehingga dapat merubah perilaku siswa.
   Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, ketrampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.

1. Manfaat dan Keunggulan Multimedia Pembelajaran
      Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan, dan proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan. Sedangkan keunggulan multimedia pembelajarn adalah sebagai berikut.
a. Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman,   bakteri, elektron, dan lain-lain.
b. Memperkecil benda yang sangat besar, yang tidak mungkin dihadirkan di sekolah, seperti gajah, rumah, gunung dan lain-lain.
c. Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dan lain-lain.
d. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju dan lain-lain.
e. Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun dan lain-lain.
f. Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.

Online Social Networking (Jaringan Sosial Online)
   Sosial Network biasa juga disebut jaringan sosial atau jejaring pertemanan, karena sosial network merupakan sebuah bentuk layanan internet yang ditujukan sebagai komunitas online bagi orang yang memiliki kesamaan aktivitas, ketertarikan pada bidang tertentu, atau kesamaan latar balakang tertentu.
   Contoh Aplikasi Sosial Network Yaitu seperti Twitter, Facebook, Friendster, Aplikasi yang mengizinkan user untuk dapat terhubung dengan cara membuat informasi pribadi sehingga dapat terhubung dengan orang lain. Informasi pribadi itu bisa seperti foto – foto.-Youtube,Devianart Disini para user dari pengguna website ini saling meng-share konten – konten media, baik seperti video, ebook, gambar, dan lain – lain.-MySpace.com adalah situs jaringan sosial populer yang menawarkan jaringan antar teman, profil pribadi, blog, grup, foto, musik dan video untuk remaja dan dewasa di seluruh dunia-Multiply.com adalah salah satu layanan Blogging yang digemari saat ini karena menyediakan fasilitas lengkap untuk para blogger, seperti blog itu sendiri, foto album, guestbook, music, video, link, review, dan lainnya.
   Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita.
   Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan social media dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Kita sebagai pengguna social media dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.
Media sosial mempunyai ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :
·           Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
·           Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
·           Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
·           Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi

Manfaat Social Network Yang Sebenarnya
1.  Kita bisa berhubungan sama orang lain dengan cepat, aman, dan murah. Beberapa social network menawarkan fasilitas yang sangat memuaskan seperti kita bisa chattingan sama orang lain di manapun dan kapanpun dengan hanya memiliki account social network tersebut. Jadi pada saat ini berhubungan dengan orang lain dari manapun di seluruh belahan dunia terasa sangat mudah dengan bantuan social network. 
2.  Social network juga bisa menjadi sarana jual beli online. Sekarang ini dengan bantuan internet semua terasa mudah, kegiatan jual beli pun tidak perlu mempertemukan penjual dan pembelinya. cukup pasang iklan di social network makan barang akan dilihat pembeli sehingga barang yang kita jual pun akan laku. Dengan kata lain internet atau lebih tepatnya social network juga ikut serta dalam kegiatan jual beli di seluruh dunia 3. Social network juga dapat bermanfaat di segi pendidikan. Jika kita menggunakan social network dengan bijak, dan dengan kegiatan-kegiatan positif makan penggunaan social network itu sendiri dapat dioptimalkan manfaatnya. di segi pendidikan social network juga dapat mempercepat atau membantu proses belajar. Nah setelah penjelasan diatas, sudah pahamkan anda tentang perbedaan social media dengan social network? 

Dampak positif dan negatif penggunaan jaring sosial
1.    Dampak positif :
·           Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
·           Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web jaringan situs-situs web) para pengguna internet diseluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan mudah.
·           Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
·           Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.
·           Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan dan lain-lain.
·           Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu lagi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

2.      Dampak negatif
·           Pornografi
·           Violence and gore
·           Penipuan
·           Carding
·           Perjudian

Online Info Searching (Pencarian Info secara Online)
   Pencarian online adalah proses interaktif mencari dan mengambil informasi yang diminta melalui komputer dari database yang secara online . Internet merupakan sarana yang paling mudah untuk memenuhi kebutuhan dalam mencari informasi yang kita inginkan. Di internet, kita dapat mencari barang kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier. Berita dan beragam informasi yang diperlukan dapat kita temukan di internet, termasuk hiburan. Cara yang digunakan pun sangat mudah, hanya dengan mengetik nama alamat situs atau mencarinya dengan mesin pencari, dalam hitungan detik kebutuhan yang kita cari, kita dapatkan.
   Di internet, kita bisa mencari info dan berita-berita aktual melalui mesin pencari, seperti www.google.com, www.Altavista.com, www.Ask.com, www.Yahoo.com. Kita juga bisa menjaring banyak teman dari berbagai kalangan dari seluruh dunia melaluli situs-situs pertemanan, seperti Friendster, Facebook, Twitter, mig33, Ebuddy, tagged dan hi5. di situs-situs ini, kita dapat bergabung dengan berbagai macam komunitas, misalnya komunitas hobi atau profesi. 
   Melalui internet, kita bisa mendapatkan film, musik, bahkan program-program terbaru melalui situs-situs yang menyeidakan  fasilitas download (unduh) gratis. tidak hanya itu, kita pun bisa berbelanja di internet.  Ya, internet menyediakan berbagai barang dan jasa yang kita butuhkan. kunjungi saja toko-toko online dan ikuti langkah-langkahnya, dalam sekejap, kita akan bisa berbelanja apa pun yang kita inginkan. Selain berbelanja, kita dapat berbisnis di internet. tidak hanya toko online, situs-situs bisnis bisa menjadi wadah kita dalam menjaring rekanan. Kunjungi saja situs-situsnya, ikuti langkah-langkahnya. Bukan mustahil, kita bisa sukses berbisnis melalui situs-situs ini. Jika sulit mencari tempat yang mampu memfasilitasi hobi, kunjungi situs-situs hobi. Disini kita bisa memperoleh apapun yang kita perlukan, dari komunitas hobi yang sama, barang-barang koleksi, hingga acara-acara dan jual beli barang-barang koleksi.

Game, Simulations and Creative Expressions (Permainan, simulasi dan ekspresi kreatif)
1.  Games (Permainan)
       Menurut Kimpraswil (dalam As’adi Muhammad, 2009: 26) mengatakan bahwa definisi permaina adalah usaha olah diri (olah pikiran dan olah fisik) yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja, dan prestasi dalam melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi dengan lebih baik.
Lain halnya dengan Joan Freeman dan Utami munandar (dalam Andang Ismail, 2009: 27) mendefinisikan prmainan sebagai suatu aktifitas yang membantu anak mencapai perkembangan yang utuh, baik fisik, intelektual, sosial, moral, dan emosional.
       Menurut beberapa pendapat para ahli tersebut peneliti menyimpulkan definisi permainan adalah suatu aktifitas yang dilakukan oleh beberapa anak untuk mencari kesenangan yang dapat membentuk proses kepribadian anak dan membantu anak mencapai perkembangan fisik, intelektuan, sosial, moral dan emosional.
       Berbagai games seperti bermain kartu, gambar, benda alam, dan domino atau monopoli merupakan permainan yang mengajarkan siswa strategi memecahkan masalah ketika bermain untuk memenangkan permainan. Tentu saja siswa perlu waktu menguasai permainan jenis ini sebelum ia benar-benar mahir berstrategi.
       Siswa dikatakan bermain jika memenuhi kriteria self chosen dan self directed. Siswa yang kompeten dan berpengalaman dalam bermain akan menjadi pelajar yang kreatif, pede, dan memiliki motivasi diri. Yang utama, bermain adalah kerja bagi siswa. Itulah kunci yang harus dipegang guru.
       Dengan bermain anak tidak hanya menyerap informasi tapi mereka juga bekerja dengan informasi tersebut, bagaimana aplikasinya dan terus melakukan percobaan berulang-ulang sampai informasi tersebut dimengerti anak.
       Ketika bermain, fisik anak juga belajar memahami bagaimana kerja tubuhnya, memperkuat dan mengembangkan otot dan kordinasinya melalui gerak, melatih motorik halusnya (memungut benda-benda kecil, biji-bijian, potongan kertas kecil dan sebagainya). Begitu juga dengan motorik kasar dan keseimbangan, misalnya koprol, memanjat, berlari, jalan dan lain-lain. Di dalam kegiatan bermain anak juga mengembangkan keterampilan emosinya, rasa percaya diri pada orang lain, kemandirian dan keberanian untuk berinisiatif.
       Bermain pura-pura menjadi orang lain, binatang, atau karakter orang lain merupakan tahapan yang sangat menonjol. Anak belajar melihat dari sisi orang lain (empati). Misalnya anak bermasalah ketika dibawa ke dokter, orangtua dapat bermain pura-pura untuk mengatasi rasa ketakutan anak.
       Dalam bermain anak mendapatkan penemuan intelektual. Misal, anak bermain mengisi dan mengosongkan botol, anak belajar volume, dan lain-lain. Kelebihan lain yang didapat anak dalam bermain adalah berkembangnya multiple intelegen (kecerdasan jamak).
Berikut ini, beberapa hal yang perlu diketahui guru dalam aktivitas bermain agar siswa dapat bermain.
·         Siswa perlu ekstra energi. Anak yang sakit, kecil keinginannya untuk bermain.
·         Siswa harus mempunyai cukup waktu untuk bermain.
·         Untuk bermain, siswa perlu alat permainan yang sesuai dengan umur dan taraf perkembangannya.
·         Perlu ruangan untuk bermain, tidak usah terlalu lebar dan tak perlu ruangan khusus. Siswa dapat bermain di ruang kelas, halaman, bahkan di ruang sempit pun.
·         Perlu pengetahuan cara bermain. Siswa belajar bermain melalui mencoba-coba sendiri, meniru teman-temannya atau diberi tahu caranya oleh orang lain. Cara yang terakhir adalah yang terbaik, karena siswa tidak terbatas pengetahuannya dalam menggunakan alat permainannya dan siswa akan mendapat keuntungan lain lebih banyak.
Perlu teman bermain. Anak Jika siswa bermain sendiri, ia akan kehilangan kesempatan belajar dari teman-temannya. Sebaliknya, kalau terlalu banyak bermain dengan yang lain, hal itu dapat mengakibatkan siswa tidak mempunyai kesempatan yang cukup untuk menghibur diri sendiri dan menemukan kebutuhannya sendiri.

2.  Simulasi
       Metode simulasi merupakan metode mengajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok. Mengajar dengan simulasi objeknya bukan benda atau kegiatan yang sebenarnya, tetapi kegiatan mengajar yang bersifat pura-pura. Simulasi dapat dilakukan oleh siwa Sekolah Dasar pada kelas IV ke atas, karena kegiatan pembelajarannya menuntut adanya kemampuan siswa dalam berinteraksi dalam kelompok. 
       Ada beberapa jenis model simulasi diantaranya adalah bermain peran, sosiodrama, permainan simulasi dan sebagainya. Bermain peran (role playing) merupakan permainan dalam bentuk dramatisasi, sekelompok siswa melaksanakan kegiatan tertentu yang telah diarahkan oleh guru. Simulasi ini lebih menitikberatkan pada tujuan untuk mengingat atau menciptakan kembali gambaran masa silam yang memungkinkan terjadi pada masa yang akan datang atau peristiwa tersebut bermakna bagi kehidupan sekarang. 
       Sosiodrama adalah suatu kelompok yang belajar memecahkan masalah yang berhubungan dengan masalah individu sebagai makhluk sosial. Misalnya hubungan antara anak terhadap orang tua, antar siswa dengan teman kelompoknya, dan sebagainya. Permainan simulasi (simulation games) siswa bermain peran sesuai dengan peran yang ditugaskan sebagai pembuat keputusan. 
a.   Karakteristik metode simulasi yaitu : 
·           Kegiatan pembelajaran bukan pada ojek sebenarnya.
·           Kegiatan secara kelompok.
·           Aktivas komunitas.
·           Alternatif untuk pembelajaraan sikap.
·           Peran guru sebagai pembimbing.
·           Ada topik permasalahan.
·           Ada peran yang perlu dimainkan siswa.

b.   Keunggulan Metode Simulasi yaitu :
·           Siswa dapat berinteraksi sosial dengan lingkungan.
·           Siswa terlibat langsung dalam pembelajaran.
·           Siswa dapat memahami permasalahan sosial.
·           Membina hubungan personal yang positif.
·           Dapat membangkitkan imajinasi dan estetika siswa dan guru.

c.   Kelemahan Metode Simulasi 
·           Relatif memerlukan waktu yang banyak. 
·           Apabila siswa tidak memahami konsep simulasi tidak akan efektif. 
·           Sangat bergantung pada aktifitas siswa. 
·           Pemanfaatan/bantuan sumber belajar sulit. 
·           Adanya siswa yang lambat, kurang minat dan kurang motivasi, simulasi kurang berhasil. 

3.  Ekspresi kreatif
   Ekspresi kreatif adalah perasaan manusia yang ungkapannya diselaraskan dengan jenis ciptaan karya seni misalnya: seni rupa, musik, tari, drama atau sastra.

Referensi:



Islam dan Dunia Kontemporer

Islam dan Dunia Kontemporer


Islam dan Tradisi di Indonesia Sekarang
Dunia kontemporer Islam atau dunia pembaruan Islam adalah upaya-upaya untuk menyesuaikan paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi modern.
Islam telah ada di Indonesia sejak adanya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu di Aceh yang dikenal dengan kerajaan Samudera Pasai. Meskipun Islam telah lama kita ketahui dan anut, tetapi pengamalan agamanya masih sinkretik,yaitu masih bercampur dengan budaya lokal. Muhammad Abduh,salah seorang pembahru dari Mesir, sebagaimana dikemukakan Harun Nasution, misalnya mengemukakan ide-ide pembaruan antara lain dengan cara menghilangkan bid’ah yang terdapat dalam ajaran Islam, kembali pada ajaran Islam yang sebenarnya, dibuka kembali pintu ijtihad, menghargai pendapat akal, dan menghilangkan sifat dualism (dalam bidang pendidikan).
Sementara itu Sayid Ahmad Khan, salah seorang tokoh pembaharu dari India, dalam Abuddin Nata (378-380) berpendapat bahwa untuk mencapai kemajuan perlu percaya bahwa hukum alam dengan wahyu yang ada dalam Al-Quran tidak bertentangan, karena keduanya berasal dari Tuhan, dan perlu dihilangkan paham taklid diganti dengan paham ijtihad.
Yang menjadi persoalan adalah apakah budaya yang dilakukan oleh para pendahulu kita sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya atau tidak, seperti budaya slametan yang berhubungan dengan kelahiran, contoh: tingkeban, brokokan, pasaran, pitonan, telonan, selapanan, dan taunan (Cliford Geerta dalam Atang dan Mubarok, 2010: 190).
Selain itu masih banyak lagi budaya yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu, yang faktanya hingga sekarang masih terdapat masyarakat Islam yang mengamalkan budaya tersebut. Meskipun zaman sudah modern,tetapi sebagian dari mereka enggan melepaskan budaya leluhur mereka. Karena mereka menganggap bahwa budaya itu harus tetap dilestarikan, meskipun banyak lembaga yang tidak sepakat dengan pengamalan budaya tersebut. Contoh: Muhammadiyah dan Persis, yang berusaha melakukan pembaruan dengan melepaskan umat dari pengaruh-pengaruh non-Islam, akan tetapi gerakan ini mendapat tantangan dari kalangan Nahdliyyin yang tetap pada pendiriannya dalam melestarikan kebudayaan leluhur mereka (Atang dan Mubarok, 2010: 191).
Kategorisasinya yang banyak di kritik banyak penelitian sesudahnya adalah priyayi,santri,dan abangan.Kategorisasi tersebut di pandang “ keliru “ karena patokan (ugeran) yang di gunakan di nilai tidak konsisten.Priyayi tidaklah sama dengan kategori santri dan abangan.Priyayi adalah kelas sosial yang lawannya adalah wong cilik atau proletar.Oleh karena itu,baik dalam golongan santri maupun dalam golongan abangan terdapat priyayi (elite) maupun wong cilik.Kritik tersebut ,antara lain di kemukakan oleh Zaini Muchtarom dalam karyanya,santridan abangan di Jawa (1988).
Paling tidak,di Indonesia terdapat dua penelitian yang di lakukan secara mendalam  yang menjelaskan hubungan tradisi lokal dengan islam.Pertama,penelitian yang di lakukan Clifford Geertz di Mojokuto yang hasil penelitiannya pertama kali di terbitkan di Amerika pada tahun 1960.Kedua,penelitian yang di lakukan oleh Howard M. Federspiel tentang persatuaan islam (PERSIS) yang di terbitkan di New York pada (1970).Buku yang kedua ni telah di alih bahasakan kedalam bahasa Indonesia oleh Yudian W.Asmin dan Afandi Mochtar dengan judul Persatuan Islam : pembaharuan islam di indonesia abad XX (1996).
Sebenarnya Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk melakukan aqiqah, jika lahirnya anak dari pernikahan suami dan istri, dan itu pun hukumnya sunnah, dilaksanakan ketika bayi berusia tujuh hari dari kelahirannya, untuk bayi laki-laki aqiqahnya menyembelih dua ekor kambing, sedangkan untuk bayi perempuan aqiqahnya dengan menyembelih seekor saja. Tapi yang menjadi pertanyaan mengapa para pendahulu kita mengadakan budaya slametan kelahiran anak yang begitu banyak sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya. Padahal Nabi SAW menganjurakan hanya satu kali slametan, yaitu aqiqah. Terlihatlah bahwa Islam menganugerahkan kemudahan pada penganutnya.
Akan tetapi kebudayaan leluhur tersebut bisa dilestarikan, apabila forumnya bertujuan untuk shodaqoh dan bukan atas dasr kepercayaan pada hal-hal yang mistis, misalkan: “wah jika tidak melakukan tingkeban, brokokan, pasaran, dan pitonan nanti sang bayi akan diganggu oleh lelembut niiiih”. Yang akhirnya memaksa untuk menerapkan budaya itu meskipun keadaan ekonomi keluarga itu minimum. Padahal amalan yang terbaik ketika hamil adalah sholat, membaca dan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran pun sudah cukup. Jika dikaji lebih mendalam, Al-Quran sangat berpengaruh besar dalam perkembangan janin.
Dengan adanya pertikaian amalan budaya ini, maka lahirlah dua kaum, yaitu kaum tua yang cenderung statis, tidak mau mengalami perubahan dalam suatu ajaran. Menurut Howard M. Federspiel dalam Atang dan Mubarok (2010: 192-193) kaum tua meyakini bahwa kebenaran yang dilakukan dalam ajaran-ajaran ulama besar zaman klasik dan zaman pertengahan tidak berubah, sehingga kebenarannya tidak perlu dikaji ulang, mereka menuduh bahwa orang-orang yang menentang mereka adalah orang kafir dan terkutuk, dan mereka yang tertuduh adalah kaum muda. Jadi sudah jelas bahwa kaum muda adalah kaum yang mendukung perubahan radikal dalam pemikiran dan praktik di nusantara.
Meskipun sekarang ini sedang memasuki zaman teknik (modern) dan tidak lama lagi akan memasuki milenium ketiga ,keberagaman kita tidak sepenuhnya dapat lepas dari pengaruh sinkretik yang di wariskan oleh para pendahulu kita.Secara kelembagaan ,Muhamadiyyah dan Persis berusaha melakukan pembaruan dengan melepaskan umat dari pengaruh-pengaruh non-islam.Akan tetapi,gerakan ini mendapat tantangan dari kalangan nahdliyin (NU) yang cenderung mentolelir dan melestarikan kebiasaan-kebiasaan tersebut.
Dalam merespons tradisi yang berkembang di masyarakat,secara umum,umat islam di bedakan menjadi dua :
1.Kaum Tua
2.Kaum Muda
    Kaum muda adalah ulama pendukung perubahan-perubahan radikal dalam pemikiran dan praktik keagamaan di Nusantara,sedangkan Kaum Tua adalah ulama yang menentang perubahan-perubahan yang di kembangkan Kaum Muda dan mempertahankan sistem keagamaan di indonesia yang di nilai telah mapan.
   Kaum tua meyakini bahwa kebenaran yang di kemukakan dalam ajaran-ajaran ulama besar  zaman klasik dan zaman pertengahan,seperti al-ghazali,al-Asy’ari,dan al-Maturidi dalam bidang teologi,dan imam-imam dari mazhab-mazhab besar dalam bidang hukum islam tidak berubah.Bagi kaum tua kebenaran tidak perlu di kaji ulang,sebab kebenaran tidak pernah di ubah karena perubahan waktu dan kondisi (HOWARD M.Federspiel,1996 : 60). Kaum Tua menegaskan bahwa agama di pelajari melalui hafalan-hafalan di pondok pesantren,ia tidak bisa salah dan tidak boleh di tundukan oleh penelitian akal.
   Sedangkan kaum muda bersikap sebaliknya,mereka menentang keras praktik-praktik tasawuf,ketaatan,kepada mazhab-mazhab teologi  dan hukum islam,upacara ritual yang tidak otoritatif,dan do’a yang di maksudkan untuk mengantarkan roh yang baru meninggal dunia .

Reaksi Pemikiran Islam Terhadap Globalisasi
Di zaman globalisasi dan modern saat ini, bangsa Indonesia belum menjadi bangsa yang maju melainkan masih berstatus bangsa berkembang, dan ternyata mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Umat Islam pada zaman dahulu mengalami kejayaan yang luar biasa dalam bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi, bahkan mengerajai pengetahuan seluruh dunia, termasuk Amerika dan Jepang, yang amat maju di bidang tekhnologi dan ilmu pengetahuannya di zaman sekarang ini. Sungguh umat Islam sekarang sudah tidak peduli dan merasa puas dengan kejayaan yang pernah diraih oleh umat Islam terdahulu, seharusnya kita rebut kembali kejayaan iptek itu, bukan hanya menggunakan tetapi harus bisa menciptakan. Di Jepang, seorang murid SD sudah bisa merakit komputer, sedangkan kita hanya user computer saja, bahkan ada sebagian yang belum mampu mengoperasikannya,karena rendah dalam penguasaan dan perkembangan sains dan teknologi,umat islam menjadi kelompok yang terbelakang.Mereka hampir di identikkan dengan kebodohan.
Sedangkan di sisi lain,umat agama lain begitu maju dengan berbagai teknologi,dari teknologi pengamatan terhadap luar angkasa sehingga teknologi pertanian.Secara umum,reaksi tersebut dapat di bedakan menjadi empat,yaitu :
1)   Tradisionalis
Pemikiran tradisionalis percaya bahwa kemunduran umat islam adalah ketentuan dan rencana tuhan. Sebagai makhluk, kita dapat  tidak mengetahui  gambaran besar tentang skenario tuhan, dari perjalanan panjang umat manusia. (Mansour Fakih dalam Ulumul Qur’an, 1997: 11).Akar teologis pemikiran tradisionalis bersandar pada aliran ahl al-sunnah wa al-jama’ah,terutama aliran asy’ariyah,yang juga merujuk pada aliran jabbariyah mengenai predeterminisme (takdir),yakni bahwa manusia harus menerima ketentuan dan rencana tuhan yang telah di bentuk sebelumnya.
Cara berfikir tradisionalis tidak hanya dapat di kalangan muslim di pedesaan yang di identikkan dengan NU,tapi sesungguhnya pemikiran tradisionalis terdapat di berbagai organisasi dan berbagai tempat.

2)   Modernis
Dalam masyarakat barat,modernis mengandung arti pikiran,aliran,gerakkan,dan usaha untuk mengubah paham-paham dan institusi-institusi lama untuk di sesuaikan dengan suasana baru yang di timbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi  (Harun Nasution,1991 :11).Oleh karena itu,modern (modernis,pelaku) lebih mengacu pada dorongan untuk melakukan perubahan karena paham-paham dan institusi-institusi lama di nilai “tidak relevan”.Kaum modernis percaya bahwa keterbelakangan umat islam lebih banyak di sebabkan oleh kesalahan sikap mental,budaya,atau teologi mereka.Pandangan kaum modernis merujuk padapemikiran modernis Muktazilah ,yang cenderung bersifat antroposentris degan doktrinnya yang sangat terkenal,yaitu ushul al-khamsah.Bagi muktazilah,manusia dapat menentukan perbuatannya sendiri.Ia hidup tidak dalam keterpaksaan (jabbar).Akar teologi muktazillah dalam bidang af’al al-‘ibad (perbuatan manusia) adalah qadariyah sebagai tesis dari jabariyah. Asumsi dasar kaum modernis adalah bahwa keterbelakangan umat islam karena mereka melakukan sakralisasi terhadap semua bidang kehidupan.Asumsi tersebut pada dasarnya sejalan dengan aliran developmentalisme yang beranggapan bahwa kemunduran umat islam terjadi di indonesia karena mereka tidak mampu berpartisipasi secara aktif dalam proses pembangunan dan  globalisasi.

3)   Revivalis-fundamentalis
Kecenderungan umat islam ketiga dalam menghadapi globalisasi adalah revivalis.Revivalis menjelaskan faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal) sebagai dasar analisis tentang kemunduran umat islam.
Bagi revivalis,umat islam terbelakang karena mereka justru menggunakan ideologi  lain atau “isme” lain sebagai dasar pijakan daripada menggunakan Al-qur’an sebagai acuan dasar.Pandangan ini berangkat dari asumsi bahwa Al-qur’an  pada dasarnya telah menyediakan petunjuk secara komplit,jelas,dan sempurna sebagai dasar  bermasyarakat dan bernegara.

4)   Transformatif
Mereka (penggagas transformatif) percaya bahwa keterbelakangan umat islam disebabkan oleh ketidakadilan sistem dan struktur ekonomi, politik, dan kultur. Agenda mereka adalah melakukantransformasi terhadap hal-hal yang mengakibatkan keterbelakangan umat islam dan melakukan perubahan-perunahan yang dapat membawa kemajuan bagi umat islam dalam berbagai bidang. Mereka lebih cenderung melakukan transformasi sosial. Menurut mereka agama islam adalah agama pembebasan bagi yang tertindas, serta mentransformasi sistem eksploitasi menjadi sistem yang adil.

Referensi:
Hakim,Atang Abd. 1999. Metodologi Studi Islam. Bandung : Rosda
Nata,Abuddin. 2009. Metodologi Studi Islam. Jakarta : Rajawali Pers



Hanya Soal Waktu

Hanya Soal Waktu



Bicara soal waktu, tidak lengkap rasanya jika kita tidak menyinggung sebuah firman Allah yang sangat dahsyat yang terkandung dalam al-Qur'an yang berbicara mengenai tips jitu bagaimana menaklukkan waktu serta bagaimana supaya waktu yang kita miliki itu berkualitas. Ya, al-Ashr, sebuah surah dimana di dalamnya Allah ta’ala berfirman:
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. al-‘Ashr: 1-3).”
Surah ini diawali dengan kata Wal-’Ashr, demi masa. “Al-‘Ashr” artinya masa, zaman, sore, dan hal memerah atau memeras. Ibn Katsir mengatakan: al-‘Ashr adalah rentang waktu yang di situ terjadi aktivitas manusia anak Adam, baik atau buruk. Kita sering mendengar kata ‘ashrirrasuul artinya masa Rasulullah yang dianggap seluruh mazhab sebagai masa yang paling penting. Dikarenakan masa itu ialah ‘ashruttasyri’ (masa ditetapkannya syari’at), masa diturunkannya al-Qur’an, dan masa dikembangkannya agama Islam.
Pakar tafsir ternama, Quraish Shihab menjelaskan bahwa dalam bahasa Arab ada beberapa istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan kata waktu. Pertama, ad-dahr yaitu masa keberadaan alam raya ini sebelum manusia dilahirkan. Kedua, al-‘ashr yakni masa yg dilalui manusia sejak lahir sampai mati, atau masa hidup. Ketiga, ajal (waktu berakhirnya sesuatu). Ketika gelas pecah berarti sudah tiba ajalnya karena tidak bisa dipakai lagi, sudah tidak memberi manfaat.Keempat, waqt yakni masa dimana pekerjaan harus selesai, contohnya seperti waktu shalat. Jadi bisa dikatakan maksud waktu di sini adalah masa hidup (‘ashr) atau rentang waktu kehidupan manusia dari lahir sampai mati terkait dengan nilai kemanfaatannya dimana tugas kehidupan manusia harus sudah selesai.
Dalam ayat ini, Allah bersumpah “demi masa” secara umum. Ada juga yang memahami demi waktu asar akan tetapi kurang kuat riwayatnya. Mengapa Allah menggunakan kata ashr untuk menyampaikan makna masa dalam surah ini? Karena secara bahasa ‘ashr artinya memeras. Allah bersumpah demi masa/saat menjelang matahari tenggelam dimana manusia selesai melaksanakan aktivitas hariannya dan seakan-akan terperas keringatnya. Inilah waktu sore, ujung hari, dan bisa juga disebut masa tua dimana biasanya penyesalan muncul. jadi seolah-olah Allah ingin mengatakan, “Sebelum kalian menyesal kemudian, maka berbuatlah!”
Allah menggunakan kata qasam/janji dengan pemakaian huruf waw dalam kata wal ‘ashri mengindikasikan betapa pentingnya pesan yang ingin disampaikan dalam ayat ini. Allah berjanji dalam surah ini “Demi masa” yakni demi rentang waktu yang dilalui manusia sejak lahir sampai mati yang di situ terjadi aktivitas manusia, baik atau buruk.
Dalam al-Qur’an, Allah memang sering bersumpah. Allah bersumpah dengan benda-benda, misalnya wasy-Syamsi, “demi matahari” (QS. as-Syams: 1). Allah bersumpah dengan waktu, misalnya wadh-Dhuhaa, “demi waktu dhuha” wallaili idzaa sajaa “demi malam apabila mulai gelap” (QS. ad-Dhuha 1-2). Allah juga bersumpah dengan jiwa, wanafsiw wa maa sawwaahaa, “Demi jiwa dan yang menyempurnakannya” (QS. as-Syams 7). Namun, Allah paling sering bersumpah dengan waktu, laa uqsimu bi yaumil qiyaamah, “kami bersumpah dengan hari kiamat” (QS. al-Qiyamah: 1). Wallaili idzaa yaghsyaa, wannahaari idzaa tajallaa, “demi malam apabila gelap dan demi siang apabila terang benderang” (QS. Al-Lail 1-2).
Dalam surah al-’Ashr ini Allah bersumpah dengan waktu, wal-’Ashr, “demi masa”. Hal ini mengisyaratkan tentang urgensi waktu dalam kehidupan semua orang dalam dunia ini. Dan jika Allah bersumpah dengan salah satu makhluk-Nya, itu menunjukkan bahwa makhluk itu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pandangan Allah SWT. Maka apabila seseorang tidak segera menggunakan waktu itu dengan semestinya, maka ia akan dalam kerugian yang sangat luar biasa kecuali dengan empat syarat sekaligus: iman, amal shaleh, saling menasehati dalam kebaikan dan saling menasehati dalam kesabaran.
Allah Swt. memulai surah ini dengan bersumpah Wal 'ashr  (Demi masa),   untuk   membantah   anggapan   sebagian   orang  yang mempersalahkan waktu dalam kegagalan mereka.
Tidak ada sesuatu yang   dinamai   masa   sial  atau  masa  mujur,  karena  yang berpengaruh adalah kebaikan dan keburukan usaha seseorang. Dan inilah  yang  berperan di dalam baik atau buruknya akhir suatu pekerjaan,  karena  masa  selalu  bersifat  netral. Demikian Muhammad ‘Abduh menjelaskan sebab turunnya surat ini.

Lalu apa sebenarnya keistimewaan waktu itu sampai dengannya Allah berjanji?
Pertama, waktu adalah kehidupan. Dan kehidupan adalah batas masa kerja yang membentang dari kelahiran hingga kematian. Itulah yang kita sebut umur atau usia. Setiap manusia yang hidup mendapatkan karunia umur sebagai batas masa kerja. Jumlahnya berbeda pada setiap orang.
Akan tetapi, perbedaan itu tidaklah penting, karena  pertanggungjawabannya tidak terletak disitu. Namun, yang akan kita pertanggungjawabkan adalah muatan umur itu atau cara kita menjalani kehidupan kita. Setiap satu satuan waktu berlalu, setiap itu pula satu bagian dari kehidupan kita berlalu. Cara kita memberikan arti dan harga bagi kehidupan kita ditentukan dari cara kita menggunakan waktu, serta cara kita menyusun aktivitas dan menyimpannya dalam wadah waktu. Jadi, nilai dari setiap satu satuan waktu adalah kegiatan yang mengisinya, dan nilai dari total kehidupan kita adalah total kegiatan yang mengisi kehidupan kita. Hidup kita akan bermakna jika tidak ada waktu yang terbuang percuma.
Kedua, waktu adalah kesempatan yang tidak terganti. Waktu, dengan berbagai kondisi dan momentumnya, tidak mengalami pengulangan. Ia merupakan sumber daya yang tidak tergantikan. Oleh karenanya, waktu adalah hal paling berharga yang bisa dimanfaatkan oleh seseorang. Kehilangan uang dapat dicari, tapi waktu yang hilang tak akan terganti. Waktu yang kita lewati akan hilang selamanya. Waktu yang terbuang tidak bisa direka ulang; nama hari, jam, detik boleh jadi sama tapi hari ini berbeda dengan yang kemarin. Banyak orang merayakan hari ulang tahun, tapi itu sebatas persamaan tanggal dan bulan. Itu sudah menjadi sejarah dengan embel-embel kata “yang lalu” yang dimiliki oleh seseorang. Masa yang sudah dilewatinya kian bertambah dan itu menandakan berapa banyak waktu/masa yang sudah dia habiskan.
Kita hanya bisa mengenang masa-masa umur yang telah kita lalui, tetapi tidak bisa menghadirkannya kembali. Kita hanya bisa menghadirkan masa lalu dalam ingatan, tetapi tidak bisa menduplikasi dan mengulanginya. Karena sifatnya yang tidak tergantikan, maka setiap satuan waktu atau umur yang kita lalui, berarti satu pengurangan pada jatah kita. Umur kita sesungguhnya tidak pernah bertambah, tetapi berkurang. Sebab, umur adalah “jatah tetap” yang kita habiskan setiap hari.
Apabila disini Allah bersumpah dengan waktu, maka sadarlah kita betapa pentingnya waktu dalam kehidupan kita. Waktu adalah batas masa kerja yang membentang antara kelahiran dan kematian. Maka itulah jatah hidup kita.
Dalam menjalani kehidupan, waktu yang dimiliki manusia hanya saat ini, yang lalu sudah berlalu, sesaat kemudian kita tak bisa jamin. Oleh karena itu kita harus menghabiskan waktu dengan bijak mulai saat ini. Melalui surah al-‘ashr ini, Islam sebagai agama yang sempurna, memberikan tuntunan dalam memanfaatkan waktu. Sementara hidup adalah ujian. Dalam kerangka ujian itu, Allah menyebutkan syarat sukses bagi setiap manusia; iman, amal shaleh, saling menasehati dalam kebenaran, dan dalam kesabaran. Wallahu A’lam.

Written by Ikah Rohilah, M.Si.

Referensi :


Hakikat Manusia

Hakikat Manusia

Hakikat manusia dalam pandangan ilmu sosiologi menurut Bapak Agus Comte “konsep manusia dalam ilmu sosiologi belum sepenuhnya melihat manusia sebagai mahluk yang utuh dan mandiri”. Comte berpendapat bahwa masyarakatlah yang menentukan individu. Baginya manusia itu ada untuk masyarakat dan masyarakatlah yang menentukan segala-galanya. Comte melihat bahwa manusia adalah non-rational. Oleh karena itu menurutnya “individual liberty” justru akan menimbulkan bahaya bagi keutuhan masyarakat itu sendiri.
Demikian juga dalam masyarakat, tak seorangpun dapat berpendapat lain dari pada apa yang telah diputuskan oleh golongan tertinggi masyarakat itu, yaitu “The Intellectua Scientific Religious Group.” Ini berarti bahwa manusia adalah hanya suatu bagian dari masyarakat. Ia hidup dalam masyarakat tetapi ia tidak dapat mengarahkan masyarakat sesuai dengan keinginannya. Dalam pendidikan manusia diibaratkan suatu benda kosong dan adalah tugas masyarakat untuk mengisinya dengan norma-norma atau nilai-nilai yang dapat membuat masyarakat ini berbuat secara lebih terarah dalam artian tidak menggangu sistem.
Oleh karena itu Sosialisasi dalam kehidupan manusia dipandang sangat penting. Namun bagi Indonesia, konsep manusia yang diberikan oleh Comte sulit untuk diterima, karena konsep tersebut terlalu memberikan porsi yang besar pada masyarakat, sedangkan individu tidak diberi kesempatan untuk aktif melakukan kegiatan kemasyarakatan. Pemerintah Indonesia bertujuan membentuk manusia seutuhnya, artinya melihat manusia tidak hanya sekedar menerima nilai-nilai masyarakat saja, tetapi ia juga dapat menciptakan nilai-nilai baru dan menyampaikannya pada masyarakat. Oleh karena itu partsipasi seluruh rakyat dalam proses pembangunan adalah sangat penting dan diperlukan. Melihat situasi yang ada di atas saya dapat menyimpulkan bahwa manusia dalam hakekat sosiologi sangat lah perlu diperhatikan dalam pendidikan karena manusia tidak bisa hidup sendiri dan perlu untuk bersosialisasi. Kemudian manusia tidak hanya sekedar menerima nilai-nilai masyarakat saja, tetapi ia juga dapat menciptakan nilai-nilai baru dan menyampaikannya pada masyarakat.
Hakikat manusia dalam pandangan Islam menurut al-qur’an adalah Manusia diciptakan Allah Swt. Berasal dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan mudah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt. Jadi manusia merupakan makhluk yang luar biasa kompleks. Sedemikian sempurna manusia diciptakan oleh Sang Pencipta dan manusia tidak selalu diam karena dalam setiap kehidupan manusia selalu ambil bagian. Kita sebagai manusia harus menjadi individu yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain. Manusia itu tidak sepenuhnya sempurna, dalam kehidupan yang kita jalani pasti selalu ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan, oleh karena itu juga membutuhkan bantuan dari orang lain, karena manusia adalah makhluk sosial sama seperti yang lain karena manusia tidak bisa berdiri sendiri, dalam hal agama kita juga mempunyai banyak maka dari itu kita harus saling menghargai dan mengasihi karena kita sama-sama makhluk yang diciptakan tidak ada bedanya , selain itu dalam hidup manusia juga terdapat banyak aturan yang harus kita patuhi sebagai umat manusia.
Pandangan psikologi dalam Hakikat manusia mengarah pada sifat manusia yaitu sifat-sifat karakteristik segenap manusia. hakikat manusia dalam kajian ini yang dimaksudkan adalah sesuatu yang esensial dan merupakan ciri khas manusia sebagai mahluk yang dapat menjadikan manusia berbeda dengan mahluk-mahluk lainnya. Pada dasarnya atau pada hakikatnya hidup manusia adalah pengalaman bersama, hidup manusia, bahkan didalam unsur-unsurnya yang paling individual, merupakan kehidupan bersama dan tingkah laku manusia, didalam strukturnya yang asasi, yang selalu menunjukkan kepada pribadi. Bertolak dari pengertian psikologi yang menelaah perilaku manusia, para ahli psikologi umumnya berpandangan bahwa kondisi ragawi, kualitas kejiwaan dan situasi lingkungan merupakan penentu-penentu utama perilaku dan corak kepribadian manusia. Islam memandang manusia sbagai makhluk Tuhan yang memilki keunikan dan keistimewaan tertentu. Sebagai salah satu makhlukNYA karakteristik eksistensi manusia harus dicari dalam relasi dengan sang pencipta dan makhluk-makhlukNYA. Pandangan Islam dan psikologi berjumpa pada diri manusia sebagai salah satu fenomena Tuhan dengan segala karakter kemanusiaanya tetapi sebuah perjumpaan tidak selalu berarti pertemuan. Tinjauan islam dan psikologi yang sama-sama menyoroti manusia ternyata hasilnya tidak selalu sejalan.
Hakikat manusia dalam ilmu tasawuf menurut Al-Ghazali menggambarkan manusia terdiri dari Al-Nafs, Al-ruh dan Al-jism. Al-nafs adalah substansi yang berdiri sendiri, tidak bertempat. Al-ruh adalah panas alam di (al-hararat al-ghariziyyat) yang mengalir pada pembuluh-pembuluh nadi, otot-otot dan syaraf. Sedangkan al-jism adalah yang tersusun dari unsur-unsur materi. Al-jism (tubuh) adalah bagian yang paling tidak sempurna pada manusia. Ia terdiri atas unsur-unsur materi, yang pada suatu saat komposisinya bisa rusak. Karena itu, ia tidak mempunyai daya sama sekali. Ia hanya mempunyai mabda’ thabi’i(prinsip alami), yang memperlihatkan bahwa ia tunduk kepada kekuatan-kekuatan di luar dirinya. Tegasnya, al-jism tanpa al-ruh dan al-nafs adalah benda mati. Selain itu, Al-Ghazali juga menyebutkan manusia terdiri dari substansi yang mempunyai dimensi dan substansi (tidak berdimensi) yang mempuyai kemampuan merasa dan bergerak dengan kemauan. Yang pertama adalah al-jism dan yang kedua al-nafs. Di sini, ia tidak membicarakan al-ruh dalam arti sejenis uap yang halus atau panas alami, tetapi ia menggambarkan adanya dua tingkatan al-nafs dibawah al-nafs dalam arti esensi manusia, yaitu al-nafs al-nabatiyyat (jiwa vegetatif) dan al-nafs al-hayawaniyyat (jiwa sensitif).
Menurut Al-Ghazali, Jiwa (al-nafs al-nathiqah) sebagai esensi manusia mempunyai hubungan erat dengan badan. Hubungan tersebut diibaratkan seperti hubungan antara penunggang kuda dengan kudanya. Hubungan ini merupakan aktifitas, dalam arti bahwa yang memegang inisiatif adalah penunggang kuda bukan kudanya. Kuda merupakan alat untuk mencapai tujuan. Ini berarti bahwa badan merupakan alat bagi jiwa. Jadi, badan tidak mempunyai tujuan pada dirinya dan tujuan itu akan ada apabila dihubungkan dengan jiwa, yaitu sebagai alat untuk mengaktualisasikan potensi-potensinya. Dari penjelasan Al-ghazali diatas saya mengartikan bahwa badan hanya sebatas alat sedangkan jiwa yang merupakan memegang inisiatif yang mempunyai kemampuan dan tujuan. Badan tanpa jiwa tidak mempunyai kemampuan apa-apa. Badan tidak mempunyai tujuan, tetapi jiwa yang mempunyai tujuan. Badan menjadi alat untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, jiwalah nanti yang akan menikmati dan merasakan  bahagia atau sengsaranya di akhirat kelak. Dengan demikian terlihat jelas bahwa telah ditemukan dasar pemahaman yang mendalam pada filsafat tentang manusia.

Referensi:
http://www.kompasiana.com/mauidhotulkhasanah/hakikat-manusia_54f829afa33311af608b4cd7